Tubuh Ma Ilah kering kerontang, tergelatak di gubuk bambu tak layak huni, tanpa daya melawan stroke yang dideritanya sejak 5 tahun. Kemana pemerintah? 

infonusantaranews.com- Ma Ilah (90 tahun), perempuan renta  ini tinggal sebatang kara di sebuah gubuk bambu di kawasan tak jauh dari Pantai Santolo, tepatnya Kampung Cikakak RT 003 RW 008, Desa Samudra Jaya, Kecamatan Caringin Kabupaten Garut.

Dalam kesendirian di sebuah gubuk bambu  yang tak layak huni itu, tubuh  Ma Ilah yang kurus kering  terbaring lelah, melawan  stroke yang sudah diderutanya tahun tanpa anggota keluarga.

Hanya seorang tetangga Ny Siti (45),  sesekali berkunjung. Ma Ilah kadang mengeluh pada Siti, rasa lelah tubuhnya yang hanya bisa berbaring berjam-jam  karena tak sanggup lagi menggerakkan tubuhnya.

 Yayat Supriatna, salah atu tokoh masyarakat setempat turut mengungkapkan kondisi Ma Ilah yang  memprihatinkan. Hal ini kata Yayat sudah  lama diketahui warga, namun belum ada tindakan nyata yang diterima lansia tersebut.

"Saya memohon kepada para pemangku kebijakan agar segera membantu Ma Ilah, jangan sampai beliau diabaikan. Kami warga hanya bisa bantu seadanya, beliau butuh perawatan medis rutin, pendampingan sehari-hari, serta tempat tinggal yang aman dan layak. Pemerintah harus benar-benar hadir," katanya kepada infonusantaranews.com, Rabu 14 Juli 2026. 

Menurut  Yayat, semasa masih  muda dan sehat Ma Ilah banyak berkontribusi pada warga. "Ia  telah hidup melewati sembilan dekade, telah banyak berkontribusi di masa mudanya, dan berhak sepenuhnya mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan dari negara," jelasnya.

Kondisi Ma Ilah, tambah Yayat sudah  disampaikan langsung kepada Pemerintah Desa Samudra Jaya yang dikepalai oleh  Dadang Kurniawan, agar segera merespons kondisi warganya.  

Yayat mengatakan bahwa warga menuntut langkah nyata dan segera dari semua pihak yang berwenang. Mulai dari pemerintah desa untuk mendaftarkan Ma Ilah sebagai penerima bantuan sosial serta memastikan jaminan kesehatannya terpenuhi. ***