infonusantatanews.com- Kecintaan terhadap seni musik membawa seorang pria asal Medan,  Ramadhaniel S Daulay, S.H., nama populer sebagai pengacara  alias Abang Medan nama di panggung seni,  untuk menekuni dunia musik Sunda hingga menghasilkan berbagai album dan membentuk grup band reggae berbahasa Sunda.

Pria yang lahir di Medan pada tahun 1968 itu mengaku mulai mengenal seni musik sejak duduk di bangku SMP. Ketertarikannya terhadap musik tumbuh dari kegemarannya mendengarkan lagu-lagu cinta hingga akhirnya mendalami dunia vokal dan musik secara lebih serius.

Sejak menetap di Jawa Barat pada tahun 2000, ia berusaha beradaptasi dengan budaya setempat. Meski awalnya sama sekali tidak bisa berbahasa Sunda, pergaulannya dengan masyarakat membuatnya perlahan mampu berbicara dan bergaul menggunakan bahasa Sunda.

Ketertarikannya terhadap musik Sunda semakin kuat setelah bertemu seorang klien yang mampu menciptakan lagu dan memainkan kecapi. Suara kecapi dan suling yang menurutnya menenangkan jiwa membuatnya terdorong untuk mulai menyanyikan lagu-lagu Sunda pada tahun 2012.

Hingga kini, ia telah menghasilkan sembilan album yang terdiri dari berbagai genre, mulai dari album religi, house musik Sunda, reggae Sunda, hingga pop Sunda. Baginya, berkesenian awalnya merupakan hobi, namun kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Selain aktif menyanyikan lagu-lagu pop Sunda, ia juga mendirikan grup band bernama Jurit Reggae sekitar tahun 2015. Band tersebut mengusung konsep reggae Sunda dan dikenal dengan salam khas "Sapu Rasa" yang menurutnya identik dengan budaya Sunda.

Di tengah aktivitas bermusik, ia tetap memprioritaskan keluarga. Saat ini ia memiliki empat anak, sebagian masih menempuh pendidikan dan sebagian lainnya telah bekerja. Meski demikian, kecintaannya terhadap musik Sunda tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.***