infonusantaranews.com – Tradisi budaya pesisir khas Sunda akan kembali menghiasi Pantai Rancabuaya, Garut Selatan. Berdasarkan poster kegiatan yang diterima redaksi dan beredar di media sosial, Gelar Budaya Hajat Laut Rancabuaya 2026akan  digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai Minggu,   12 hingga Selasa 14 Juli 2026.

Salah satu tokoh masyarakat, Yayat Supriatna (72 tahun), dari Pangalengan berniat  untuk menghadiri di acara ini. Ia menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut menjadi  momentum syukur dan pelestarian budaya. Menurutnya, kegiatan tahunan ini juga  menjadi wadah penting bagi masyarakat pesisir untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang menjadi sumber kehidupan utama nelayan dan warga sekitar.

"Meski  jauh, saya merasa harus hadir karena Hajat Laut bukan hanya tradisi lokal, tapi juga bagian dari identitas budaya Sunda yang perlu kita lestarikan bersama," ujar Yayat Supriatna kepada infonusataranews.com, Selasa, 7 Juli 2026.

Hajat Laut yang mengusung semangat kebersamaan lintas generasi ini, dengan rangkaian acara tidak hanya menampilkan prosesi budaya khas, tetapi juga diisi dengan kegiatan keagamaan dan hiburan rakyat yang dinanti-nantikan oleh masyarakat luas.

Acara Unggulan, yakni tausiyah dan hiburan musik. Tausiyah akan menghadirkan narasumber ternama yaitu Ustad Nana Gerhana, Ustajah Awit Fitriani, serta Dadan Sunandar Sunarya Putra dari Giri Harja 3. Sementara untuk menghibur hadirin, panggung musik akan dimeriahkan oleh Ade Astrid bersama Gerengseng Team.

Penyelenggaraan juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak swasta sebagai sponsor, antara lain Aman Jaya Group, Sinar Wangi Group, NRT Group, Nafas Muda Group, PBS Group, JK Group, dan BR Group – menunjukkan kepedulian bersama terhadap pelestarian budaya lokal.

Pantai Rancabuaya yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Garut Selatan dengan panorama laut lepas dan tebing karang eksotis, diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata alam semata. Melalui Hajat Laut, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

"Semoga dengan penyelenggaraan ini, lebih banyak orang mengenal keindahan dan keunikan budaya pesisir Garut Selatan," tambah Yayat Supriatna.

Yayat berharap, masyarakat bisa menjaga ketertiban dan lebersihan sekitar lokasi kegiatan, serta menghormati nilai-nilai adat yang menjadi inti dari pelaksanaan Hajat Laut. Tujuan utama agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman, khidmat, dan memberikan manfaat bagi semua pihak.***