infonusantaranews.com- Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Pendidikan Agama Islam (Pentas Pentas PAI ) jenjang SD tingkat Kabupaten Bandung digelar di Komplek SDN Nagreg, Kamis 18 Juni 2026.
Pentas PAI ini selain ajang untuk menyalurkan bakat siswa dan meningkatkan pemahaman, penghayatan, serta pengamalan ajaran agama Islam, juga sarana evaluasi pembelajaran dan mempererat silaturahmi antar peserta didik.
Pertandingan yang dilombakan dalam Pentas PAI ini di antaranya: Musabaqah Tilawatil Qur'an( MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur'an( MHQ), Lomba Cerdas Cermat ( LCCP) PAI, Lomba Pidato ( LP) PAI, Lomba Kaligrafi Islam(LKI) PAI, Lomba Praktik Salat Berjamaah (LPSB), Lomba Seni Qasidah Rebana (LSQR), serta Lomba Adzan dan do'a.
Pembukaan Pentas PAI dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si., Wawan Somantri, S.Pd dari Disdik Kabupaten Bandung, Ketua KKG PAI Kabupaten Bambang Khaerul Umam, S.Ag yang juga pelaksana kegiatan Pentas PAI jenjang SD.
Kegiatan ini diikuti peserta perwakilan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan kurang lebih 1.500 orang yang terdiri dari peserta, guru PAI, Kepala Sekolah SD dan para pengawas. Kegiatan berlangsung selama satu hari, untuk memilih para juara yang nantinya akan mewakili tingkat Kabupaten Bandung ke Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ramlan mengatakan, ajang ini menampilkan karya terbaik dari para peserta di Pentas PAI. Ia berharap ajang ini jadi motivasi, peningkatan kompetensi diri masing-masing peserta.
"Dari 8 cabang yang dilombakan diharapkan menjadi inspirasi. Kegiatan Pentas PAI sangat penting secara ideal mengembangkan potensi peserta didik di kabupaten bandung. Melalui kegiatan ini tidak hanya menunjukan kemampuan dari berbagai lomba tetapi bagaimana edukasi anak-anak berani tampil. Mental bertanding, mental berjuang, berani tampil menjadi bagian kompetitif menjadi yang baik dari yang terbaik," katanya.
Selain itu Pentas PAI diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun karakter siswa.
"Pentas PAI menjadi inspirasi buat kita membangun karakter dan potensi, semangat ukuwah islamiyah, budaya disiplin menjadi kebiasaan," jatanya.