Salah satu sudut Sungai Citarum di Kampung Mahmud, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung tempat cerita Raden Kalung hidup di sana. (Foto Sopandi)
________________________________________
INNews, Bandung- Ada beberapa versi cerita rakyat seputar Raden Kalung penguasa Sungai Citarum. Di antaranya versi bahwa Raden Kalung bernama lengkap Raden Kalung Bimanagara adalah putra Raden Natadiredja atau Syeh Abdul Manaf alias Eyang Mahmud, keturunan Dipati Ukur.
Tapi versi lain justru Eyang Abdul Manaf pendiri Kampung Mahmud itu yang menaklukan Raden Kalung melalui ajudannya Syeh Abdulah Gedug.
Salah satu cerita rakyat yang beredar di Kampung Mahmud Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung Raden kalung itu keturunan jin.
Ceritanya: adalah seorang putri Dalem yang sangat suka bermain di Sungai Citarum. Satu ketika hamil, hingga melahirkan ketika ia sedang mandi di Sungai Citarum.
Si putri Dalem itu bilang ke ayahnya bahwa bayi yang dilahirkannya hilang di Citarum. Mendengar hal itu, sang Dalem pergi ke Citarum, kemudian ia berkata: “Jika kamu anak kami, munculah,” kata Delem.
Maka muncullah sesosok mahluk menyerupai ular. Sang Dalem yakin itu anak putrinya, maka ia mengalungkan sorban ke leher mahluk mirip ular itu. Sesaat kemudian mahluk itu kembali ke Citarum.
Sejak saat itu dinamailah mahluk itu Raden Kalung, karena dikalungi sorban itu. Sesekali Raden Kalung muncul untuk mengganggu orang-orang. Sehingga masyarakat merasa tidak nyaman dengan keberadaan Raden Kalung.
Dalem yang mengetahui hal ini, menganggap wajar karena sebaik-baiknya tingkah jin adalah ibarat yang paling buruk tingkah manusia, dan yang seburuk-buruknya tingkah manusia kalau di bangsa jin adalah yang paling baik.