"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2 ).

infonusantaranews.com,- Di tengah derasnya arus kehidupan modern, manusia sering kali dihadapkan pada berbagai pilihan yang membingungkan. Kemajuan zaman menghadirkan banyak kemudahan, namun juga membawa tantangan yang dapat menjauhkan manusia dari tujuan hidup yang sebenarnya. Dalam kondisi seperti inilah, Al-Qur'an hadir sebagai cahaya dan petunjuk yang tidak pernah kehilangan arah.

Beberapa dalil Al-Quran yang menyebutkan bahwa Al-Quran itu sebagai petunjuk, di antaranya: 

QS. Al-Baqarah: 2 :ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ Artinya: "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa."

QS. Al-Baqarah: 185:شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

QS. Al-Isra': 9 :اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙArtinya: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar."

Al-Qur'an tidak diturunkan sekadar untuk dibaca dengan suara yang merdu atau menjadi hiasan di rak-rak rumah. Lebih dari itu, kitab suci umat Islam merupakan pedoman hidup yang mengarahkan setiap langkah manusia agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.

Rasulullah SAW telah meninggalkan dua pegangan yang sangat berharga bagi umatnya, yakni Al-Qur'an dan sunnah. Selama keduanya dijadikan landasan dalam menjalani kehidupan, manusia akan memperoleh petunjuk dan tidak akan mudah tersesat oleh godaan dunia.

Sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT telah mengingatkan adanya musuh yang nyata. Ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, Allah memperingatkan bahwa iblis adalah musuh yang akan terus berusaha menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk selalu waspada terhadap tipu daya setan dan tidak mengikuti hawa nafsu yang dapat mengaburkan nilai-nilai keimanan.