infonusantaranews.com,  – Keluhan masyarakat terkait kemacetan parah yang kerap terjadi setiap akhir pekan dan hari libur di kawasan wisata Situ Cileunca, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian serius dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi warga, Forkopimcam Pangalengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Desa Warnasari,  Kamis 23 Juli 2026. Rapat dipimpin oleh Camat Pangalengan Vena Andriawan, S.STP., M.Si., didampingi Kapolsek Pangalengan Kompol Tedy Rusman, S.E., serta Kepala Desa Warnasari Ki. AA Sugiharto, S.IP.

Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan utama yang menjadi keluhan masyarakat dibahas, di antaranya kemacetan panjang saat akhir pekan dan hari libur, maraknya parkir liar yang menggunakan badan jalan, serta dugaan praktik parkir tanpa izin dan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata.

Sebagai salah satu solusi, muncul wacana pembangunan rest area terpusat di Lapangan Sepak Bola Kapas, RW 15, Dusun 1, Desa Warnasari. Lokasi tersebut direncanakan menjadi kantong parkir terpadu sekaligus pusat pengendalian arus kendaraan menuju objek wisata Situ Cileunca. Penataan kawasan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tertib, aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat.

Kepala Desa Warnasari, Ki. AA Sugiharto, S.IP., menyambut baik usulan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaannya harus melibatkan masyarakat setempat, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), serta tidak menghilangkan mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada aktivitas pariwisata.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Terminal Pangalengan Bangbang BCL, Koordinator Natep selaku Ketua PRSP, H. Dadan Kapas, Paguyuban 36 Operator Rafting, unsur Muspika, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta berbagai elemen masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Warnasari Bripka Syahvia Deviana, didampingi Koordinator Natep, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

"Pelayanan kepada masyarakat harus terbuka. Deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas sangat penting agar keamanan dan kenyamanan kawasan wisata tetap terjaga," ujarnya.

Sementara itu, pengelola wisata dan tokoh masyarakat, Filla Kemon bersama H. Dadan Kapas, menilai penataan parkir secara terpusat akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.