infonusantaranews.com- Desa Margahayu Tengah Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung memiliki Badan Usaha Milih Desa (BUMDes) Marga Bhakti Persada. Saat ini bidang usaha Pengelolaan Air Bersih (SAB) dengan 32 titik sumur mencapai omset Pluto pertahunnya mencapai Rp1,2 miliar.
Meski 100 persen warga Desa Margahayu Tengah sudah memasang sambungan air dari SAB yang dikelola BUMDes, namun pihak desa terbuka dengan pemasangan air dari PDAM.
Kepala Desa Margahayu Tengah Drs. Asep Zaenal Mahmud mengatakan, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat tanpa bersaing dengan layanan PDAM. Ia menjelaskan, keberadaan kedua layanan tersebut saling melengkapi, terutama saat musim kemarau ketika kebutuhan air meningkat.
Saat ini sekitar 50 rumah di Desa Margahayu Tengah memasang sambungan dari PDAM. Meski berbeda tarif, lebih murah dari PDAM, yaitu Rp4.000 per meter kubik, sementara tarif PDAM mengikuti ketentuan progresif sesuai jumlah pemakaian, namun tidak menjadi kendala.
Asep tidak mempermasalahkan apabila masyarakat memilih menggunakan layanan PDAM maupun BUMDes. Keduanya sama-sama bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Bahkan, keuntungan yang diperoleh BUMDes dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program desa, salah satunya mendukung kegiatan sosial dan pendidikan.
Memasuki musim kemarau, penggunaan air biasanya meningkat sehingga mesin pompa bekerja lebih berat. Akibatnya, sesekali diperlukan perawatan atau penggantian mesin agar pasokan air tetap lancar.
Dalam hal pembayaran, BUMDes menerapkan aturan yang sama seperti perusahaan layanan air pada umumnya. Pelanggan yang menunggak akan menerima teguran tertulis pertama pada bulan pertama, teguran kedua pada bulan berikutnya, dan apabila tunggakan berlanjut hingga bulan ketiga, sambungan air dapat diputus.
Namun, pengelola tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi warga sebelum mengambil tindakan, sehingga kebijakan yang diterapkan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.***