infonusantaranews.com–Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar menilai kebutuhan sekolah inklusi di Kabupaten Bandung sudah semakin mendesak. Menurutnya, keberadaan sekolah yang mampu melayani anak berkebutuhan khusus harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Politisi partai Golkar ini menanggapi informasi mengenai seorang peserta didik yang diduga telah dikeluarkan dari beberapa sekolah, karena berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus atau memiliki karakter tertentu yang memerlukan penanganan khusus.
Menurut Cecep, jika benar anak dikeluarkan dari sekolah karena masalah tersebut maka sekolah membutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan pendekatan secara personal.
Ia menandaskan persoalan tersebut harus dikaji secara menyeluruh dengan melihat akar permasalahan, bukan hanya dari satu sisi.
Cecep Suhendar, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan tidak boleh kehilangan akses sekolah, apa pun kondisi yang dihadapinya. Pemerintah Kabupaten Bandung, jelas Cecep memiliki komitmen agar tidak ada anak yang putus sekolah maupun diberhentikan tanpa penyelesaian yang tepat.
"Yang jelas, Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menegaskan bahwa tidak ada anak yang putus sekolah. Apalagi sampai diberhentikan oleh sekolah. Kalau memang ada persoalan, tentu harus dilihat terlebih dahulu latar belakangnya," kata Cecep.
"Saya sangat merespons persoalan ini. Mudah-mudahan bisa segera tertangani dan Kabupaten Bandung dapat memiliki sekolah inklusi milik pemerintah. Memang beberapa sekolah swasta sudah ada, tetapi sekolah negeri yang secara khusus menangani anak berkebutuhan khusus saya kira belum tersedia," katanya.
Cecep menegaskan pihaknya belum ingin mengambil kesimpulan terkait kasus siswa tersebut sebelum memperoleh penjelasan langsung dari orang tua.
Menurutnya, dialog dengan keluarga menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya sehingga dapat ditemukan solusi terbaik agar anak tersebut tetap memperoleh hak pendidikan.