infonusantaranews.com- Sebuah gudang majun di Kampung Peuris RT 002 RW 15, Desa/ Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung terbakar, Minggu, 12 Juli 2026. Banyaknya bahan yang mudah terbakar, membuat api begitu cepat membesar menghanguskan seisi gudang milik H. Agus Salahudin (58) warga setempat.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 itu pertama kali diketahui oleh dua pegawai gudang M. Rizki (24) dan Irwan (26) yang tengah menyortir sisa kain. Menurut keduanya, api bersumber dari dinamo mesin penggiling yang tiba-tiba memercikan api, diduga karena kosleting listrik, dan menyambar bahan yang mudah terbakar.
“Awalnya api kecil, tapikarena banyak kain dalam sekejap api langsung besar. Kami langsung lari keluar minta tolong,” tutur Rizki di lokasi kejadian.
Mendapat laporan warga, Piket Unit Reskrim dan Gabungan Piket Polsek Margaasih yang dipimpin Pawas Iptu Dadi Hardadi, S.H., M.H., langsung meluncur ke lokasi. Bersama Piket Patroli, Piket Intelkam, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Margaasih, dan 10 unit Damkar Kabupaten Bandung.
Selama dua jam petugas dan warga berjibaku memadamkan api. Warga sekitar turut membantu menarik selang dan mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan. Sekitar pukul 13.30 WIB, api baru berhasil dijinakkan.
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memasang garis polisi. Olah TKP dilakukan, saksi-saksi dimintai keterangan, dan dokumentasi dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Margaasih Kompol Bony Yuniar, mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kebakaran ini kebakaran ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp250.000.000,-
Kompol Bony Yuniar menyebut pihaknya menerima laporan terjadinya kebakaran tersebut pukul 11.30 WIB, dan langsung ke TKP bersama Damkar. "Alhamdulillah api bisa dipadamkan pukul 13.30 WIB tanpa korban jiwa. Dugaan awal korsleting pada dinamo mesin penggiling," katanya.
Kapolsek mengimbau kepada seluruh pemilik usaha gudang, pabrik, atau home industri agar rutin cek instalasi listrik dan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ia mengingatjan agar masyarakat jangan menganggap sepele percikan api kecil.