infonusantaranews.com- Pemda Bandung memastikan rencana pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) memasuki tahapan yang semakin matang. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat meninjau lokasi TPST Oxbow Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Matan Margaasih Kabupaten Bandung, Selasa 30 Juni 2026.

Bupati meninjau lokasi TPST Oxbow yang akan diperluas menjadi tempat PLTSa tersebut bersama  calon investor dari China yang dihadiri perwakilan perusahaan, jajaran direksi, serta pihak terkait. Selain itu didampingi juga oleh Kepala Dinas Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, Kepala Diskominfo Teguh Purwayadi, dan dari PUTR, dan Kepala Desa Mekarrahayu Iip Saripulloh

Dadang Supriatna menyebut,  bahwa investor telah menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan proyek tersebut. Saat ini pemerintah hanya tinggal menunggu proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar dimulainya tahapan pembangunan.

"Lahan sudah clear dan siap digunakan. Akses jalan juga sudah dipersiapkan untuk diperlebar, sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda pelaksanaan proyek ini. Setelah MoU ditandatangani, kami akan segera menyusun timeline pelaksanaan, mulai dari pelepasan lahan, pembangunan akses jalan, hingga proses konstruksi," katanya.

Fasilitas PLTSa yang akan dibangun, lanjut Bupati Bandung memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 600 hingga 800 ton per hari. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada akhir tahun ini, sehingga pada tahun 2027 fasilitas tersebut sudah dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain memiliki kapasitas besar, teknologi yang digunakan Bupati Bandung mengkaim proyek tersebut  ramah lingkungan. "Seluruh proses pengolahan sampah dilakukan di dalam ruang tertutup sehingga dapat meminimalkan bau yang biasanya ditimbulkan dari tempat pengolahan sampah konvensional. Sampah akan langsung diproses menjadi energi listrik melalui sistem modern yang telah diterapkan di berbagai negara," terang Dadang Supriatna.

Bupati menjelaskan, untuk mendukung operasional, pemerintah juga akan meningkatkan infrastruktur menuju lokasi proyek. Akses jalan akan diperlebar menjadi sekitar sembilan meter dengan pengaturan jalur masuk dan keluar kendaraan secara terpisah agar mobilitas kendaraan pengangkut sampah menjadi lebih lancar, aman, dan tidak menimbulkan kemacetan.

"Kami berharap proyek strategis ini dapat segera terealisasi dan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.***