iNNews, Bandung – Legislator Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Anton Ahmad Fauzi, ST menemui konstituennya dari Desa Sayati, Kecamatan Margahayu pada reses hari kedua dari empat hari Reses Masa Sidang II Tahun 2026 DPRD Kabupaten Bandung.

Konstituen dari Desa Sayati didominasi oleh ema-ema, yang Anton sebut sebagai ” The Power of Ema-ema” ini diundang di Aula Pondok Pesantren Habiburrohman, Gang Nata 2 No 21 RT 2 RW 6 Kopo Sayati Desa Sayati Kecamatan Margahayu Senin, 23 Februari 2026.

Selain The Power of Ema-ema, reses ini dihadiri juga oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Drs. Miftahussalam, M.Si mewakili Camat Margahayu Hj. Tati Suharyati, S.H., M.Si, Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta pimpinan Pondok Pesantren Habiburrohman.

Sekcam Margahayu Miftahussalam menyampaikan permasalahan Kecamatan Margahayu yakni sampah dan banjir, sehingga berharap kepada anggota DPRD untuk turut memperhatikan. Ia pun berharap reses anggota DPRD bisa dimanfaatkan oleh warga untuk menyampaikan aspirasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar berharap warga memanfaatkan reses tersebut, dan Anggota Dewan dari Dapil 2 hususnya Kecamatan Margahayu dapat memprioritaskan bantuan di Margahayu.

Reses di Desa Sayati. Legislator F Demokrat Anton Ahmad Fauzi Temui Konstituen
Reses di Desa Sayati Anggota DPRD Kabupaten Bandung Anton Ahmad Fauzi bertemu “The Power of Ema-ema” ( Foto Sopandi).

“Harapan saya apa yang menjadi program khususnya yang ada di Desa Sayati, apa lagi sekarang kan pengurangan dana cukup besar hampir 84 persen, jadi saya berharap pokok-pokok pikiran dari Anggota Dewan itu bisa menyerap apa yang menjadi program utama di pemerintah desa,” kata Nandar seusai reses.

Nandar menghimbau warga jangan ragu menuangkan aspirasi apapun meskipun Anton Ahmad Fauzi berada di Komisi C, tapi aspirasi apa saja diluar Komisinya, pasti ia komunikasikan.

Pada reses ini, selain dijaring aspirasi tertulis di lembar apirasi yang telah disediakan, ada juga aspirasi secara lisan disampaikan. Di antaranya dari Ny Nenden warga Babakan Nagrak desa setempat, ia meminta perbaikan jalan yang ruksak di tempat domisilinya dan lampu penerangan jalan umu (PJU) banyak yang padam.