iNNews, Bandung – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati mengatakan, dalam memeriahkan Hari Jadi ke -385 Kabupaten Bandung yang jatuh pada tanggal 20 April, Bedas Expo 2026 akan digelar pada 17-19 April 2026. Hal ini disampaikan Emma Dety saat rapat persiapan Bandung Bedas Expo 2026, di Ruang Rapat Bapperida, Soreang, Rabu 1 April 2026.

Menurut Emma Dety, Bandung Bedas Expo menghadirkan event terpadu yang menggabungkan promosi ekonomi lokal, pelayanan publik, hingga ruang interaksi masyarakat dalam satu kawasan.

Emma Dety menuturkan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah integratif yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat dalam suasana pelayanan publik yang inklusif. Selain menjadi sarana promosi potensi unggulan daerah, event ini juga memberikan akses layanan yang lebih dekat, cepat, dan transparan bagi masyarakat.

“Kami memastikan Bandung Bedas Expo 2026 siap dilaksanakan di Kabupaten Bandung. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan berbagai layanan serta menikmati rangkaian kegiatan yang telah disiapkan,” katanya.

Dalam implementasinya, kegiatan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari Disdukcapil, Samsat, DPMPTSP, hingga Dinas Kesehatan dan Disnaker yang terintegrasi dalam satu titik layanan. Selain itu, penataan kawasan dilakukan secara optimal untuk memastikan kenyamanan pengunjung serta kelancaran aktivitas publik.

Berbagai tujuan strategis turut diusung dalam penyelenggaraan acara ini, di antaranya mendorong peningkatan penjualan UMKM melalui kurasi produk dan fasilitasi promosi, memberikan kemudahan layanan administrasi seperti KTP, KK, hingga perizinan usaha secara instan, serta meningkatkan literasi digital pelaku usaha. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi komunitas, sarana edukasi masyarakat, hingga wadah kegiatan sosial.

Bandung Bedas Expo 2026 juga menghadirkan bazar terkurasi yang menampilkan berbagai sektor unggulan Kabupaten Bandung. Mulai dari kuliner melalui konsep miniatur resto dan kafe, komoditas teh dan kopi, industri garmen dan tekstil, hingga brand fashion lokal dan nasional. Selain itu, sektor inovasi dan jasa kreatif juga diberikan ruang untuk berkembang melalui partisipasi startup dan pelaku usaha baru.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan zona komunitas yang menghadirkan berbagai aktivitas seperti fun run, pertunjukan musik, hingga ruang interaksi lintas komunitas. Di sisi lain, education fair dan job fair turut diselenggarakan untuk memberikan akses informasi pendidikan serta peluang kerja bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan ini terbagi ke dalam lima zona utama, yakni layanan publik, pameran dan bazar ekonomi, olahraga dan komunitas, edukasi kesehatan dan sosial, serta panggung hiburan dan budaya. Beragam agenda seperti kompetisi olahraga, pameran pendidikan, layanan kesehatan gratis, hingga pertunjukan seni budaya dan musik turut memeriahkan rangkaian acara.