iNNews, Bandung – Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026 digelar di Lapangan Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Jumat (23/1/2026).
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjadi Inspektur Upacara di kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, para kepala dan perangkat daerah, para camat, para kepala desa, para Ketua BPD, dan yang lainnya.
Bupati Dadang Supriatna menyebut, upacara Hardesnas 2026 tingkat Kabupaten Bandung dilaksanakan di Desa Banjarsari merupakan yang pertama kali, dan dirangkaikan dengan program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa).
Bupati Bandung Dorong Inovasi Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah
Hardesnas diperingati setiap tanggal 15 Januari, sebagai penanda lahirnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Menurut Dadang Supriatna, merupakan momentum mengingatkan kembali bawa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan, pusat pemberdayaan masyarakat, sekaligus benteng pelestarian budaya dan kearifan lokal.
“Desa bukan lagi objek, tetapi subjek dan aktor utama pembangunan. Dari desa lahir ketahanan pangan, ketahanan sosial, ketahanan budaya, dan kekuatan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, Hardesnas bukan sekadar seremonial, melainkan ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus memajukan Kabupaten Bandung mulai dari desa,” terangnya.
Hardesnas tahun 2026 mengusung tema: “Bangun Desa, Bangun Indonesia-Desa Terdepan untuk Indonesia”.
“Tema ini menegaskan bahwa desa yang maju dan mandiri merupakan kunci utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Terkait program Bunga Desa, menurut Dadang Supriatna, tidak sekedar menjadi sarana penyampaian program kerja Bandung Lebih BEDAS tahun 2026, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, sekaligus media menyerap aspirasi, masukan, dan keluhan masyarakat, khususnya terkait dengan pelayanan pemerintah desa, kecamatan, hingga pelayanan publik pemerintah daerah.
Bunga Desa yang mengurung tema, “Bedas Membangun Desa, Menjaga Alam, Melayani Rakyat’, salah satunya dengan menanam pohon sebagai komitmen menjaga kelestarian alam dan lingkungan, gelar UMKM sebagai penguatan ekonomi desa, gembrong liwet sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong serta pagelaran seni dan budaya, termasuk wayang golek, sebagai upaya merawat identitas dan warisan budaya Sunda serta bantuan perbaikan rutilahu bagi masyarakat.