iNNews, Bandung – Lapangan sepak bola mini atau mini soccer out door dan gedung UMKM Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung dinyatakan resmi bisa dipergunakan mulai tanggal 1 Desember 2025.
Acara tasyakur atas selesainya kedua program yang masuk dalam jangka menengah dalam 4 tahun kepemimpinan Kepala Desa Sukamenak, Taufik, SE ini digelar di gedung UMKM yang sekomplek dengan lapang mini soccer di tanah carik Desa Sukamenak, di Kp. Sampora RW 06 dan RW 07, desa setempat, Minggu (30/11/20259).
Taufik mengatakan, gedung UMKM bisa digunakan untuk pertemuan atau resepsi untuk masyarakat, karena di Desa Sukamenak pemukiman sudah padat sehingga tidak memungkinkan acara hajatan dilakukan di halaman rumah. “Kami tawarkan kepada pelaku usaha katering di Desa Sukamenak bisa berkolaborasi,” kata Taufik seusai meresmikan gedung UMKM.
Bupati Bandung Dorong Inovasi Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah
Sedangkan mini soccer, lanjut Taufik juga sudah bisa mulai digunakan tanggal 1Desember dengan tarif Rp600 ribu/ 2 jam siang hari dan Rp700 ribu / 2 jam malam hari.

Di gedung UMKM yang reprsentatif ini nanti ada kanting-kantin tetap pelaku UMKM. Sedangkan fasilitas mini soccer yang berukuran 50×20 m ini selain rumput sintetis, jaring pengaman bola agar tidak ke pemukiman, bench official juga lampu penerangan yang memadai.
Selain gedung UMKM dan mini soccer Taufik menjelaskan, di tanah carik seluas 8000 M2 ini juga sebelumnya dibangun SMPN 4 Margahayu yang kini sudah tahun ketiga menerima siswa, Tempat Pengelohan Sampah Terpadu (TPST), rumah pemukiman warga sewa lahan.
Pembangunan SMPN 4 Margahayu kata Taufik melalui APBD Kabupaten Bandung, lapangan Soker bersumber dari dana desa, dan gedung UKM bersumber dari dana desa dan program ketahanan pangan yang dupusatkan sebagai propublik ke depannya.
Taufik berharap dengan program ini peningkatan ekonomi desa makin meningkat melalui pendapatan Asli Desa (PADes). ” Mudah-mudahan dengan dihadirkannya fasilitas-fasilitas publik yang kami bangun dalam rangka menopang perekonomian desa nanti seluruhnya akan kembali kepada masyarakat manfaatnya,” katanya.