iNNews, Bandung – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung mengadakan Festival Literasi Digital Tahun 2025. Desa Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung menjadi salah satu lokus Festival Literasi Digital ini.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, H. Teguh Purwayadi, S.STP., M.Si mengatakan, Festival Literasi Digital ini dalam rangka peningkatan Literasi Digital bagi masyarakat menuju Smart City Kabupaten Bandung.

“Jadi Diskominfo datang untuk memberikan pengetahuan terkait pentingnya digitalisasi. Banyak medsos yang kurang baik. Kita menghadapi Indonesia emas. Bagaimana cara mengimbangi anak-anak agar menggunakan teknologi dengan bijak, yang mungkin 20 tahun lagi anak-anak dewasa. Bagaimana mengemas budaya digital ini tidak salah kaprah, bagaimana Indonesia emas disikapi dengan digital yang sehat,” kata Teguh Purwayadi saat membuka Festival Literasi Digital di Aula Desa Rahayu, Kamis (24/7/2025).

Teguh Purwayadi menyebutkan, dirinya berada di Desa Rahayu merupakan hari pertama tugas luar sebagai Kepala Diskominfo pasca dilantik menempati jabatan baru setelah sebelumnya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bandung.

Fahamkan Masyarakat Bijak Manfaatkan Medsos.
Diskominfo Gelar Festival Literasi Digital
Festival Literasi Digital 2025 di desa Rahayu kecamatan Margaasih

Menurutnya, Festival Literasi Digital penting diadakan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bagaimana bijak menggunakan digital.

“Di tahun 2020 covid yang berimbas kita dipaksa harus bisa komputer, HP (teknologi digital). Sedunia pesat, menjadi masif terhadap teknologi. Tapi ada dampaknya, baik positif maupun negatif. Positifnya dunia ada di genggaman kita, dampak negatifnya menimbulkan brandrout, atau pemikiran otak kita menjadi dangkal karena kita sering melihat media yang tidak tuntas. Contoh melihat tik tok yang tidak rame langsung dilewat. Jadi kita tidak berpikir tuntas,” ujar Teguh.

Teguh berharap dari Festival Literasi Digital ini outputnya jelas bagi generasi, bisa diterima oleh masyarakat, dan masyarakat yang hadir bisa mengimplementasikan ke yang lain.

” Bunda Literasi Desa, PKK, PAUD, dan yang lainnya bisa mengimplementasikan apa yang akan dilakukan di komunitas semua,” kata Teguh.