iNNews, Bandung – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB Krisna Alamsah mengaku dirinya sedang memperjuangkan hak-hak orang yang tidak mampu. Ia tengah mengajukan kepada Dinas Sosial agar membuat stiker “Rumah Keluarga Tidak Mampu” untuk dipasang di rumah warga penerima bantuan sosial, sebagai pembelajaran. Karena selama ini banyak bantuan sosial salah sasaran.

“Kalau tidak bisa membuat stiker untuk sekabupaten Bandung atau sedapil, kalau tidak bisa sedapil sekecamatan atau sedesa,” kata Krisna.

Hal tersebut disampaikan Krisna di acara Reses Masa Sidang I Tahun 2025 DPRD Kabupaten Bandung pada titik kedua di Aula Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Kamis (6/11/2025).

Selain menampung aspirasi warga Desa Sukamenak dan warga Dayeuhkolot, anggota Komisi D ini juga menyampaikan bahwa, sebagai anggota DPRD baru yang terpilih pada Pileg 2024 belum mendapat anggaran e-pokir, karena anggaran e-pokir masih jatah untuk anggota DPRD lama.

“Anggota DPRD baru mendapat e-pokir mulai tahun 2026. Kalau anggota DPRD lama, seperti di Dapil 2 ini, dari Fraksi PKB , Pak H. Uya masih mendap e-pokir,” kata Krisna.

Tapi Krisna berjanji, di tahun 2026 anggaran e-pokir akan diberikan ke Desa Sukamenak. Ia pun berjanji akan membeli mobil ambulan untuk Desa Sukamenak di tahun yang sama.

Itikad Krisna yang akan membelikan mobil ambulan disambut sukacita Kepala Desa Sukamenak, Taufik, SE. Ia mengungkapkan, untuk pelayanan terhadap masyarakat Pemerintah Desa Sukamenak merencanakan peremajaan mobil ambulan, karena yang ada sudah tua, 7 tahun.

Anggota DPRD Krisna Alamsah Usulkan Pasang Stiker
Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Krisna Alamsah reses di Aula Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu.

“Rencananya kami juga akan mengusulkan. Kami tidak ada informasi sebelumnya bahwa Pak Krisna ini mempunyai rencana demikian. Kami selaku pemerintah desa menyambut baik dan kita doakan bersama agar rencananya berjalan lancar dan terealisasi. Saya ucapkan terimakasih. Untuk pelayanan partai mungkin harus mengakomodir satu kecamatan, tapi dipusatkan di Sukamenak,” katanya.