iNNews, Bandung- Kawah Wayang di Pangalengan Kabupaten Bandung tidak tercatat pernah meletus dalam sejarah manusia. Aktivitas vulkanik utamanya berupa pelepasan gas (fumarol) di area kawah, dan letusan besar terakhirnya diperkirakan terjadi sekitar 0,49 juta tahun yang lalu.

Kawah Wayang memiliki area kawah vulkanik aktif berbentuk bulan sabit dengan panjang sekitar 750 meter. Kawasan wisata geotermal yang berada di lereng Gunung Wayang dan Gunung Windu ini juga memiliki kawah sekunder dari Gunung Windu dengan lebar sekitar 350 meter.

Dikelola resmienjadi objek wisata mulai bulan Juli 2021. Pengelolaannha secara kolaboratif oleh Perhutani KPH Bandung Selatan bersama LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Sukamanah. Kawasan wisata alam ini juga kerap berkoordinasi dengan pengelola komunitas setempat, seperti @geowisatakawahwayang untuk aktivitas wisata dan pendakian.

Setelah menempuh jarak 40 km dari pusat Kota Bandung, akan disuguhi hamparan kebun téh Malabar Pangalengan. Tak hanya obkek wisata Kawah Wayang, perkembunana Malabar juga menawarkan kombinasi wisata alam, edukasi sejarah, dan agrowisata.

Daya tarik utama perkebunan Malabar ini meliputi: Wisata Sejarah Bosscha, dengan mengunjungi Rumah Bosscha atau kediaman Karel Albert Rudolf Bosscha, tokoh teh dan pendiri Observatorium Bosscha. Mengunjungi makam Bosscha yang berada di tengah area perkebunan.
Sedangkan agrowisata, edukasin melihat langsung proses pengolahan daun teh dari kebun hingga siap dikonsumsi.

Wisata tahunan Keluarga Oen Efendi

Kawah Wayang menjadi salah satu objek wisata tujuan keluarga. Salah satunya wisata tahunan keluarga besar Oen Efendi, rombongan keluarga besar ini sengaja menjadikan Kawah Wayang sebagai tujuan wisata tahun 2026 ini, setelah sebelumnya tahun 2025 wisata di Gunung Puntang Cimaung.

Oeun Efendi (alm) memiliki putra 19 orang, dari jumlah itu yang masih hidup 13 orang. Dari jumlah tersebut, termasuk anak, mantu, cucu ,dan cicit masuk dalam kegiatan wisata tahunan yang bertujuan untuk saling menguatkan ikatan kekeluargaan dan silaturahmi.

Para sepupu keluarga Oen Efendi yang berdomisili di Kecamatan Margahayu, mayoritas di Desa Sayati, sebagian mulai berangkat hari Sabtu sore, 31 Mei 2026, berkemah semalam di objek wisata Kawah Wayang. Esok harinya, rombongan keluarga besar Oen Efendi sejak pagi mulai berangkat melewati Kecamatan Margahayu, Katapang, Cangkuang, Cimaung, dan Pangalengan.