Sawah di Margahayu Kabupaten Bandung tinggal beberapa petak sisa pembangunan perumahan. (Foto Sopandi)
_____________________________________

iNNews, Bandung- Matahari baru saja terbit. Bayang-bayangnya memantul dari sawah yang baru ‘tandur’ (ditanami padi) Langit masih putih, sisa menurunkan hujan dari sore kemarin sampai malam, sebelah timur kemerahan dari cahaya matahari yang perlahan naik.

Pemandangan ini terlihat dari tepi jalan Kampung Cilokotot, Margahayu Kabupaten Bandung. Sekarang lebih populer disebut Jalan Manglid.

Mengamati sawah yang tinggal beberapa petak yang masih bertahan dari kepungan komplek perumahan yang dibangun pengembang, teringat ke masa puluhan tahun ke belakang. Kenangan jalan yang saat itu masih jalan desa, belum diaspal, batu kerikil sebesar kepalan tangan orang dewasa. Pemukiman belum padat.

Kampung Cilokotot Kecamatan Margahayu tahun 80 -an saat itu sawah masih luas, Margahayu terkenal dengan sebutan Lembur BM. Dinamakan BM karen produksi batu bata merah. BM (Bata Margahayu), tapi ada juga yang menyebut Bata Mersi, karena dicap relief gambar bintang tiga.

Bata merah dibuat dari tanah, diproduksi di sebuah tempat yang dinamakan lio. Terletak di tangan sawah. Lio itu bangunan yang semua tihang dan kerangkanya dari bambu, atapnya dari daun lontar kering. Biasanya menyisakan dua petak sawang tidak ditanami padi untuk membuat bata merah.

Kuli pembuat bata merah biasanya seorang pria yang membuat adonan bata, disebut tukang ‘ngaluluh’ tanah, dan dua orang perempuan setengah baya yang biasa mencetak bata.

Bata yang sudah dicetak dengan kayu persegi dijajarkan di dalam lio tadi. Lio biasanya berukuran antara 4×5 atau 3×4 meterpersegi. Kerangka dan tihangnya dari bambu batangan, untuk menyambungkannya diikat tambang injuk atau diasek dengan bambu runcing. Tihangnya ada yang tiap sudut 6 atau 7 tiang, tinggi bangunan lio 3 sampai 4 meter. Tidak memakai dinding bilik karena memang agar bata yang baru dicetak masih basah, hanya kering dengan angin supaya saat dibakar tidak retak -retak.

Bata Mersi atau Bata Margahayu terkenal karena kualitasnya. Beda dengan produksi bata di daerah lainnya atau bata sekarang. Bata BM itu dibuat dari tanah yang diluluhnya juga tidak sembarangan. Tanah diluluh sampai betul-betul teksturnya pas. Begitu juga mencetaknya dipadatkan. Setelah dicetak satu-satu bata yang masih basah disusun di dalam lio.