iNNews , Bandung – Sudah menjadi anggapan umum jika menjadi penyelenggara suatu event sebagai tuan rumah pasti menjadi juara umum. Seperti halnuya Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah MTQH XXXIX Jawa Barat pasti akan menjadi juara umum.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Majelis Hakim cabang Syarhil Qur’an MTQH XXXIX Jawa Barat Dr.Eman Sulaiman menyebut hal itu tidak demikian.

“Kalau saya melihat bukan dari komposisi dan kualitas dewan hakim, tapi bagaimana kekuatan tuan rumah dalam hal penguatan SDM peserta. Saya yakin dalam kontek ini kemenangan itu bukan terletak di dewan hakim tapi di kualitas peserta,” katanya di jeda lomba cabang Syarhil Qur’an yang digelar di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang, Jumat (20/6/2025).

Menurut Eman, jika tuan rumah selalu juara umum karena memasang strategi bagaimana dari mulai sistem rektrutmen peserta, sampai kepada strategi-strategi yang lebih kepada penjaminan mutu peserta itu.

“Tidak semua tuan rumah itu pasti juara. Selama ini, kenyataannya ada beberapa event tapi tida juara umum. Ada juara kedua atau ketiga. Saya menepis kalau tuan rumah selalu menjadi juara umum. Kalaupun juara itu karena penguatan strategi di peserta itu tadi,” ujar Eman.

Terkait ada isu peserta MTQH sejumlah kafilah mengambil peserta dari luar daerah
Dr. Eman mengatakan hal itu boleh dilakukan karena itu sudah diatur dengan kesepakatan kerja sama antara dua LPTQ.

” Jadi tidak bisa copot tanpa izin. Itu yang saya ketahui sesuai peraturan di LPTQ,” katanya.

Eman juga menilai Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQH XXXIX tingkat Jawa Barat cukup baik.

Dari melihat respon dan tanggapan kontingen Eman menilai Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQH XXXIX Jawa Barat mempunyai karakteristik yang unik dibanding dengan penyelenggaraan MTQH lainnya.