Dari ternak gecko Ey kini omsetnya Rp 15 Juta Perbulan. (Foto Sopandi).
________________________________________
iNNews, Bandung- Di pasar tumpah yang setiap hari Minggu beroperasi di Jalan Pangkalan TNI AU Sulaiman, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung ada sebuah stan yang menjajakan hewan peliharaan gecko.

Ey, begitu katanya teman-teman yang mengenalnya memanggil nama pemilik stan gecko itu. Ia mengaku sejak covid mulai menekuni usaha hewan peliharaan imut tersebut.

Bukan toke biasa yang bersuara nyaring dan cenderung liar, tapi gocke hias yang ornamennya warna-warni dan cenderung jinak. Ey menamai brand usahanya Geckoin Bandung.

Di rumahnya, di Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ia mengoleksi 1200 gecko dari 5 jenis gecko. Ia mengaku semula sebagai usahawan yang gagal.

“Di garmen pernah, lebih cenderung usaha. Jadi karyawan paling lama 8 tahun. Orang lain hobi menjadi uang, kalau saya karena kebutuhan jadi hobi. Asalnya kelinci, hamster tatapi ribet juga pakanya. Kalau gecko simpel merawatnya. Ga perlu dimandiin, ga dijemur, dan makannya juga ga banyak,” katanya di lapaknya di Pangkalan TNI Sulaiman, Minggu 17 Mei 2026.


Gecko hias jinak yang dijual Ey di Pangkalan TNI AU Sulaiman. (Foto Sopandi)
________________________________________
Dari ternaknya Ey punya omset Rp 15 juta perbulan, ini karena dari 2024 sudah tidak mengeluarkan modal besar.

“Ibaratnya sekarang tinggal hasilnya karena sudah punya indukan, 1 kali bertelor 2 telor. 1 kali kawin bisa 12 kali nelor,” katanya.

Harga pasaran yang dijual antara Rp 250-350 ribu. Tergantung jenis, tapi jika pernah menang kontes harganya bisa sampai Rp 15 juta.

“Alhamdulillah kalua kita fokus, bisa menghidupi keluarga. Saya punya anak tiga,” katanya.