iNNews, Bandung – Rancangan awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD) harus menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Bandung. Jangan hanya jadi rutinitas administratif.
Hal tersebut sampaikan Katua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi seusai menghadiri konsultasi publik Ranwal RKPD 2027 di Soreang, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, banjir, sampah dan persoalan-persoalan sosial lainnya masih menjadi PR besar yang menunggu untuk diselesaikan.
Bupati Bandung Dorong Inovasi Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah
Politisi PKB ini, menjelaskan RKPD merupakan intrumen penting dalam memastikan kesinambungan pembangunan di daerah.
Katenanya ia berharap perencanaan RKPD 2027 harus lebih tajam dalam merespon dinamika global serta isu – isu lokal yang mendesak.
Untuk itu, jelas Renie DPRD akan memastikan setiap rupiah dalam RKPD 2027 bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Sesuai konstitusi DPRD memiliki fungsi budgeting dan oversight (pengawasan) untuk memastikan setiap rupiah dalam RKPD 2027 manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Renie menjelaskan tiga poin utama yang harus jadi perhatian Pemkab Bandung, terutama saat menyusun dokumen RKPD 2027.
Ke tiga point itu, yakni peningkatakan kualitas infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan sanitasi (drainase/pengelolaan limbah). Kemudian mengakomodir aspirasi masyarakat terutama yang diserap saat reses anggota DPRD Kabupaten Bandung.