iNNews, Bandung – Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Kecamatan Margahayu dan Margaasih, Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung menargetkan 2.500 Sambungan Rumah (SR) baru. 

Pemasangan sambungan palanggan baru Perumda Air Munum Tirta Raharja di dua wilayah tersbut di atas diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Balai RW 15, Komplek Cicukang Indah, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, tahun 2023. 

Kini, sejumlah warga desa di dua kecamatan tersebut sudah merasakan sambungan air bersih tersebut. Di antaranya 50 rumah warga Desa Margahayu Tengah Kecamatan Margahayu di RW 11. Padahal, semua rumah di desa tersebut sudah berlangganan air bersih menyambung dari sarana air bersih (SAB) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marga Bhakti Persada desa setempat.

Warga menyambut masuknya PDAM karena membutuhkan air bersih. Meski sudah menyambung dari BUMDes, namun sebagai cadangan untuk antisipasi jika ada kendala.

Ketua BUMDes Marga Bhakti Persada, H. Aep Saepulloh menyebut, adanya sambungan PDAM bukan saingan bagi BUMDes, karena sama-sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami tidak menganggap PDAM sebagi saingan, justru kami mengedukasi. Silahkan. Kami pun tidak memutus sambungan air rumah warga yang memasang dari kami meski memasang juga dari PDAM, ” kata H. Aep di kantornya, Selasa 5 Mei 2026.

PDAM Masuk ke Desa Marteng Disambut Warga. Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih
Sambungan pipa di dalam jalan ini telah dipasang PDAM Tirta Raharja di Kecamatan Margahayu. Nantinya dari pipa ini dipasang ke rumah warga. (Foto Sopandi).

SAB Desa Marteng yang dikelola oleh Badan BUMDes Marga Bhakti Persada saat ini dari 3500 sambungan rumah omset plutonya mencapai Rp 2 miliar pertahun.

H. Aep Saepulloh menyebut, SAB yang beroperasi sejak tahun 2014 ini sampai saat ini sudah memiliki 32 titik sumur untuk memenuhi kebutuhan air 19.476 jiwa penduduk Desa Margahayu Tengah yang tersebar di 16 RW.