iNNews, Bandung – Kepala Desa Sukamenak Taufik, SE yang akrab disapa Kang Opik, berharap jalinan komunikasi antara anggota DPRD dengan konstituen di desanya tidak hanya dalam reses kaitan dengan bagaimana membangun Desa Sukamenak.
Hal tersebut disampaikan Kang Opik usai menghadiri undangan reses dari Anggota DPRD Kabupaten Bandung Anton Ahmad Fauzi yang yang digelar di GOR Milando Perum Batuwangi RT 01 RW 15 Desa Sukamena Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Selasa 24 Februari 2026.
Komunikasi yang terjalin dengan baik, menurut Kang Opik bisa menjadi solusi bagaimana membangun Desa Sukamenak ditengah-tengah kebijakan pemerintah, kaitan dengan anggaran desa sekarang berkurang sehingga tidak bisa memakasimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Sukamenak.
Bupati Bandung Dorong Inovasi Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah
“Dalam hal ini tentu kami mendorong, siapapun semua pihak yang bisa berperan khususnya dalam pembangunan desa, mengajak seluruh masyarakat dan juga anggota Dewan,” ujarnya.
Terkait Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Bandung dari pusat dipangkas kurang lebih Rp1 triliun, Taufik menilai cukup berpengaruh kepada kegiatan pembangunan desa. Dalam sisi pembangunan infrastruktur kata Taufik sangat berasa, terhadap operasional desa pun terasa.
“Kami di tahun 2026 ini kehilangan anggaran totalnya Rp 2 miliar. Tapi dari sisi penyerapan anggaran itu bertambah. Dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk di luar anal sekolah bisa diserap oleh masyarakat Rp 3,8 miliar pertahun. Ditambah di luar anak sekolah mungkin lebi dari Rp 6 miliar pertahun,” terangnya.
Namun, menurut Taufik yang sampai hari ini belum terlaksana bagaimana membangun industri ekonomi dan koperasi. “Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Bandung sebagai satgas, dan juga kecamatan untuk bagaimana pemerintah mengintervensi kebijakan agar menjadi mata rantai atau pasok kebutuhan untuk MBG itu dari Koperasi Desa Merah Putih,” pungkas Taufik.*** Sopandi