iNNews, Bandung – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) didirikan untuk membina dan mengembangkan potensi pemuda dan remaja masjid di seluruh Indonesia.

BKPRMI yang didirikan 3 September 1977 ini juga bertujuan untuk memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan pengembangan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat yang madani dan berakhlak mulia.

Awalnya organisasi yang badan hukumnya ormas ini bernama Badan Komunikasi Pemuda Masjid (BKPMI), namun pada tahun 1993 melalui Musyawarah Nasional berganti nama menjadi BKPRMI.

Sekretaris Umum (Sekum) BKPRMI Jawa Barat Drs. Saiful Bahri, M.Si. mengatakan sebagaimana tujuan awal BKPRMI yakni mewadahi remaja masjid, para jemaah masjid, para penggerak pemakmur masjid, agar bagaimana para remaja atau masyarakat mampu membangun kemakmuran masjid.

Pada perkembangannya kini, BKPRMI memiliki 7 lembaga, salah satunya lembaga pendidikan taman kanak kanak Al-Qur’an (LPPTKA). Tujuan dibentuknya LPPTKA bagaimana mengajarkan membaca, menulis Al-Qur’an terhadap anak-anak usia dini (4-6 tahun). Sedangkan usia 6-12 tahun di lembaga Taman Pendidikan Al-Quran (TKA), usia 12 -14 tahun di lembaga Talimun Qur’an Lillaulan (TQLA). Lembaga-lembaga pendidikan PAUD milik BKPRMI ini menggunakan metode belajar Al-Qurannya metodologi Iqro.

“Kita punya TKK, TPA, Talimun Qur’an Lillaulan, bahkan sekarang ada juga kelas tahfidz itu santrinya kurang lebih diangka 1,3 juta se Jawa Barat,” kata Saiful Bahri kepada iNNews, Sabtu (09/2025).

Selain LPPTKA, keenam lembaga lainnya, yakni Lembaga Pendidikan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPKS). Lembaga ini sendiri mempunyai lembaga pendidikan yang namanya Taman Asuh Anak Muslim (TAAM), taman pendidikan usia dini mulai usia 0-4 tahun.

“TAAM ini sudah berkembang di seluruh kabupaten/ kota di Jawa Barat. Kita berkeyakinan bahwa BKPRMI ini mendidik untuk menciptakan anak soleh dan solehah, harus ada dalam keluarga yang sakinah dan keluarga yang soleh dan solehah juga. Jadi kalau kita mengajarkan bagaimana mengaji, kenapa harus solat, kalau ibu bapaknya tidak solat kan susah,” ujar Saiful.

Oleh karenanya, kata Saiful lembaga BKPRMI membangun keluarga sakinah itu bukan hanya anaknya yang diajarkan solat tapi ibu bapaknya juga dibina dengan dilibatkan pada pengajian, pendampingan dan pembinaan terhadap orang-orang tua santri melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Keluarga Sakinah (LPPKS).