infonusantaranews.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diukur dari banyaknya dapur yang beroperasi atau jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas layanan, keamanan pangan, dan kolaborasi seluruh pihak.
Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Penyelenggaraan MBG di Gedung Moh. Toha, Soreang, Selasa 28 Juli 2026.
Ali menyebut MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Di Kabupaten Bandung, program ini ditargetkan melayani sekitar 1,25 juta penerima manfaat melalui sekitar 550 dapur SPPG yang diperkirakan mampu membuka lebih dari 22 ribu lapangan kerja.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh penyelenggara agar mengutamakan kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan. Menurutnya, kualitas layanan harus menjadi prioritas agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Ali juga mendorong penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan serta pemanfaatan bahan pangan dari UMKM, petani, dan peternak lokal untuk menggerakkan perekonomian daerah.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta melakukan pemantauan berkelanjutan agar Program MBG berjalan aman, berkualitas, dan tepat sasaran.***
