Sabtu, 15 Juni 2024

Optimalisasi Pengolahan Sampah, TPS3R Mulai Dibangun di Kelurahan Rancaekek Kencana

10 Maret 2024 07:52

Infonusantaranews.com, Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung melaunching program pengurangan dan pengolahan sampah dari hulu di Kelurahan Rancaekek Kencana Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (10/3/2024).

Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Bunda Bedas Emma Dety meresmikan kawasan minimasi sampah, meletakan batu pertama Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) dan start gowes pilah sampah di Kelurahan Rancaekek Kencana.

Usai peletakan batu pertama pembangunan TPS3R, Bupati Bandung dan Bunda Bedas mengedukasi masyarakat terkait pengolahan sampah organik sisa makanan atau rumah tangga yang dimasukkan ke lubang cerdas organik (LCO).

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala Disperkintan Kab Bandung Wahyudin, dan Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan kegiatan ‘Gowes Pilah Sampah’ ini upaya Pemkab Bandung melalui DPUTR untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung secara bertahap.

Dadang Surpiatna berharap, melalui program pentahelix semua pihak untuk bisa berkontribusi dan berpartisipasi sehingga urusan sampah bisa selesai dari sumbernya atau hulu.

“Harapan kita, dua tahun kedepan tidak butuh TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) lagi. Dalam rangka upaya kita membangun TPS3R di masing-masing kecamatan, atau di masing-masing desa dan kelurahan. Yang pada akhirnya di masing-masing desa dan kelurahan, persoalan sampah bisa selesai,” tutur Bupati Bandung.

Dadang Supriatna mengatakan, Pemkab Bandung sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung untuk penanganan sampah, yaitu akan memerlukan RDF (Refuse Derived Fuel).

“RDF ini adalah salah satu untuk penggantinya batubara. Yang pada akhirnya, setiap perusahaan yang memerlukan RDF dari hasil pengolahan sampah ini ada diskon pajak setiap tahunnya disesuaikan dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku,” tuturnya.

Kang DS berharap kepada semua pihak untuk bekerjasama dan saling bantu melalui program pentahelix, sehingga persoalan sampah bisa selesai.

“Melalui program pentahelix ini, karena setiap orang pasti mengeluarkan sampah setiap harinya. Tidak ada masyarakat setiap hari tidak mengeluarkan sampah,” katanya.

Sementara itu, Bunda Bedas sekaligus Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna berharap melalui kegiatan Gowes Pilah Sampah di Kelurahan Rancaekek ini, masyarakat bisa terbiasa memilah daripada sampah organik.

“Sampah organik yang menimbulkan bau. Pilah sampah dari rumahnya masing-masing. Yang utama, yaitu sampah organik supaya terbebas dari masalah sampah. Yang paling utama sampah yang bau,” kata Emma.***di

Berita Terkait

Komentar

344d920b-801a-4dad-97e7-00209261eaf6
banner-iklan

Terpopuler

SANA SOPIANA
BANNER-2

Berita Terbaru