Sabtu, 15 Juni 2024

Rembug Bedas Bupati Bandung di Desa Pangauban Katapang Sampaikan Ini

15 Maret 2024 09:31

Infonusantaranews.com, Bandung – Jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Rembug Bedas ke-92 di Komplek Pergudangan Katapang Indah Lestari Desa Pangauban Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, Jumat (15/3/2024).

Bupati Bandung Dadang Supriatna secara simbolis menyerahkan bantuan cadangan beras pemerintah kepada warga setempat. Bantuan itu yang dikelola Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung juga turut menyerahkan wakaf buku kepada Bunda Literasi Desa. Wakaf buku itu yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung. Selain itu, penyerahan NIB (Nomor Induk Berusaha) kepada warga atau pelaku usaha, setelah NIB itu dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabuoaten Bandung.

Dadang Supriatna juga menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah tidak layak huni kepada warga penerima manfaat bantuan tersebut. Bantuan itu dikelola Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bandung, dan penyerahan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan kepada warga dari BPR Kerta Raharja, selain penyerahan fasilitas halal.

“Kegiatan Rembug Bedas ini dilaksanakan supaya bisa tahu dan mengetahui secara langsung kondisi masyarakat,” kata Bupati Dadang.

Dalam kesempatan itu pula, Dadang supriatna mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa jabatan Bupati Bandung yang saat ini diemban tidak sampai 5 tahun menjabat, yaitu diperkirakan selama 3,5 tahun, karena 27 November 2024 sudah mulai ada Pilkada,.

Terkait lingkungan, Dadang Supriatna mengedukasi masyarakat terkait sisa makanan organik bisa dimasukkan ke lubang cerdas organik (LCO) untuk mengurangi sampah yang bersumber dari rumah tangga.

Menurutnya, jika urusan sampah sudah selesai di tingkat rumah, Kabupaten Bandung kedepan tidak perlu lagi TPA.

“Sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bandung itu sebanyak 1.282 ton per hari, dihitung dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3,7 juta jiwa,” katanya.

Sampah yang dihasilkan itu saat ini dikelola melalui bank sampah, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dan pengelolaan sampah lainnya, sehingga sampah yang dihasilkan dan kemudian dibuang ke TPA terus berkurang.*di

Berita Terkait

Komentar

344d920b-801a-4dad-97e7-00209261eaf6
banner-iklan

Terpopuler

SANA SOPIANA
BANNER-2

Berita Terbaru