Minggu, 23 Juni 2024

Kasidah Cinta Hindun Binti Utbah Karya : Rosyid E. Abby Magelaran di Gedung Rumentang Siang Sabtu-Minggu Ini

20 Maret 2024 11:14

Infonusantaranews.com, Bandung – Kabar gembira bagi penyuka pagelaran teater. Teater Senapati bakal mementaskan “Kasidah Cinta Hindun Binti U’tbah”, drama Sunda karya Rosyid E. Abby, garapan sutradara Rosyid E Abbby dan Dadan Ramdani di Gedung Kesenian (GK) Rumentang Siang, Jl. Baranangsiang Nomor 1, A. Yani (Kosambi) Bandung, Sabtu- Minggu ini, 23-24 Maret 2024.

Rosyid mengatakan, pentas drama musikal ini didukung tak kurang dari 50 pemain. Konsep garapannya memadukan seni drama, nyanyian (seni musik), dan seni tari (gerak/koreo), dengan media dialog menggunakan bahasa Sunda.

Kasidah Cinta Hindun binti ‘Utbah” ini sabenarnya pernah dipentaskan oleh Rosyid E. Abby dengan judul yang sama di tahun 2016, oleh kelompok teater yang sama pula.

Pentas ini sebagai rangkaian dari pentas episode Drama Sunda Religi “Kasidah Cinta”, yang digelarkan setiap tahun di bulan Ramadan (dari tahun 2006) oleh kelompok Teater Senapati SMA Pasundan 3 Bandung.

Kasidah Cinta Jilid I berjudul “Kasidah Cinta Jalma-jalma nu Iman” (2006), disusul Kasidah Cinta jilid-jilid selanjutnya, yaitu “Kasidah Cinta Sang Muadzin” (2007 & 2019), “Kasidah Cinta Sang Singa Allah” (2008 & 2017), “Kasidah Cinta
Sang Sahabat” (2009), “Kasidah Cinta Sang Abid” (2010), “Kasidah Cinta di Palagan Karbala” (2011), “Kasidah Cinta Al-Kubra” (2012, 2018, 2023), “Kasidah Cinta Al-Faruq” (2014), “Kasidah Cinta Shahabiyah” (Hindun binti ‘Utbah) (2016, 2024), jeung “Kasidah Cinta Hamzah
Asadullah” (2017).

Jadi, kata Rosyd dalam kurun waktu 18 tahun dari tahun 2006, Teater Senapati hanya jeda 5 kali mengisi pentas Ramadan, yaitu di tahun 2013 dan 2015 karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Selebihnya karena pandemi (2020, 2021, 2022).

Pentas Ramadan Teater Senapati kali ini bakal diperkuat para aktor senior seperti Euis Balebat, Eka Candra W, Deden Bel, Apip Catrix, Dado Tisna, Superjonesia, dan yang lainnya, di samping para aktor
dari komunitas teater kampus dan SMA Pasundan 3 Bandung.

Diangkat dari dendam Hindun

Seting Kasidah Cinta Hindun Binti Utbah ini berkisah pada zaman jahiliyah. Diangkat dari kajadian perang Badar. Kisah balas dendam Hindun binti ‘Utbah kantaran waktu perang Badar Kubra, sang ayah, ‘Utbah bin Rabi’ah, pamannya (Syaibah bin
Rabi’ah), dan kakaknya (Al-Walid bin ‘Utbah), terbunuh oleh paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Hindun merasa terpukul, Ia dendam kepada yang telah menewaskan keluarganya. Hindun merencanakan balas dendam. Ia menjanjikan membebaskan seorang budak bernama, Wahsyi jika bisa membunuhi Hamzah bin Abdul Muthalib.

Pada Perang Uhud yang dipimpin Abu Sufyan bin Harb, suaminya, dendam Hindun
terbalaskan. Dalam perang ini Hindun memimpin kaum hawa menyemangati para suami untuk berperang menghadapi kaum muslimin dengan tetabuhan dan menyanyikan syair-syair.

Ketika Wahsyi bisa berhasil membunuh Hamzah, Hindun mengeluarkann isi dada Hamzah yang sudah tewas dan mengeluarkan jantung Hamzah, dikunyah lalu dimuntahkan lagi. Tindakan Hindun begitu menyebabkan ia dijuluki “Aakilatul Akbaad” (pemakan jantung) .

Tidak hanya demikian, Hindun juga menjadikan hidung dan daun telinga Hamzah jadi gantungan kalung. Begitu ujunya Hindun sebelum mendapat hidayah Allah.

Pada malam Futuh Makkah (Fathu Makkah) bulan Ramadan, Abu Sufyan bin Harb kembali ke Mekah setelah menghadap Rasulullah Saw di Madinah dan menyatakan diri masuk Islam. Hindun juga dua hari dari waktu utub mengucapkan kalimat syahadat.

Setelah menjadi muslimah, Hindun selalu menguatkan keimanan, sehingga menuntun dirinya terus ikut jihad bersama kaum muslim yang lainnya. Hindun berusaha menghapus bayangan masa lalunya. *** Sopandi

Berita Terkait

Komentar

344d920b-801a-4dad-97e7-00209261eaf6
banner-iklan

Terpopuler

SANA SOPIANA
BANNER-2

Berita Terbaru