Senin, 22 Juli 2024

Bedas Ngaleuweung V, Bupati Bandung Bahas Manfaat Pohon Bagi Kehidupan Manusia

19 Juni 2024 01:08

INNews.com, Bandung – Menghadapi Indonesia Emas 2045, tidak bisa dihindari. Karenanya penting ada peningkatan sumber daya manusia, data lingkungan yang lengkap dan kajian, institusi yang kuat dan pengelolaan keuangan yang baik.

Hal ini dikatakan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat pembukaan Bedas Ngaleuweung V dan Saresehan Lingkungan tahun 2024 di Taman Keanekaragaman Hayati Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Rabu (19/6/2024) malam.

“Kalau kita melihat dari semua potensi yang ada dan berbicara lingkungan, apalagi berbicara perubahan iklim yang sudah disampaikan oleh para narasumber. Bahwa pohon yang tumbuh itu bisa menarik karbon dioksida dan kemudian mengeluarkan oksigen untuk kehidupan manusia,” kata Dadang.

Dadang Supriatna, menyebutkan, bahwa di lingkungan sekitar itu tidak ada yang mubajir, mulai dari sampah. Termasuk bagaimana menanam pohon dan hasilnya untuk kelangsungan hidup manusia.

Dadang Supriatna pun akan menindak lanjuti pertemuan pada giat Bedas Ngaleuweung V tersebut. Ia pun menginstruksikan Sekda Kabupaten Bandung dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung untuk segera membentuk tim yang berasal dari beberapa narasumber yang hadir pada giat tersebut. Kemudian dibuatkan MoU (Memorandum of Understanding), supaya mereka bisa terakomodir.

Dadang Supriatna melanjutkan, pentingnya ada data untuk mengetahui berapa juta pohon yang ada di Kabupaten Bandung. “Kemudian, menyedot karbon dioksidanya berapa, nanti sudah bisa dihitung, karena ada alatnya. Ini harus sudah betul-betul siap alatnya,” katanya.

Ia menyebutkan ada alat yang bisa mengecek berapa pohon yang bisa menyedot karbon dioksida. Berapa ton mengeluarkan oksigen. Hal itulah pentingnya ada peningkatkan sumber daya manusia.

“Mari kita fokuskan dari beberapa potensi dan inovasi yang sudah ada ini, diedukasi kepada masyarakat. Kita berharap bisa menggali potensi yang ada di lingkungan sekitar,” harapnya

Dadang Supriatna merasa yakin dengan kolaborasi bisa sukses. Ia pun mengaku merasa bahagia karena warga Kabupaten Bandung mempunyai sumber daya alam yang sangat luar biasa.

“Persoalan nanti bisa dijadikan tempat wisata, itu bagian daripada manfaat. Jangan difokuskan ke sana dulu, tapi bagaimana mengelola lingkungan ini secara maksimal,” katanya.

Untuk itu, setiap melaksanakan kegiatan Rembug Bedas, kepada para kepala desa untuk segera membuatkan kajian. “Karena dari kajian itulah, kita bisa menentukan apa yang harus kita lakukan,” katanya.

Dadang Supriatna merasa yakin kalau hal ini bisa dikerjakan secara maksimal, insya Allah Kabupaten Bandung akan berkurang angka penganggurannya.

“Pecinta lingkungan sudah banyak, aktivis lingkungan sudah banyak. Kalau dikolaborasikan, kita bisa berunding dan dibagi tugas per wilayah. Apalagi di Kabupaten Bandung ada 600 komunitas,” katanya.

Ia berharap implementasi pada giat Bedas Ngaleuweung V, dalam waktu satu hingga dua bulan kedepan, Kepala DLH untuk segera melakukan MoU dengan salah satu lembaga resmi dan kantornya di Batam.

“Karena saya Wakil Ketua Umum Apkasi, yang turut menyatakan siap untuk bekerjasama. Tolong persiapkan perangkatnya untuk bisa menembus apa yang menjadi harapan dan keinginan. Kalau toh ini terjadi, maka akan menambah anggaran yang sangat besar untuk kemajuan Kabupaten Bandung. Mari kita sama-sama melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bandung yang lebih baik.***di / Ayi

Berita Terkait

Komentar