Rabu, 12 Juni 2024

Ingin Punya Kios Penjual Batagor ini Berharap Dikabul Pinjaman Dana Bergulir Kedua ke BPR Kerta Raharja

7 Mei 2024 02:30
Jujun saat menerima pinjaman dana bergulir yang diserahkan secara sinbolis oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto: dok

INNews.com, Bandung – Pinjaman dana bergulir tanpa jaminan dan bunga salah satu dari 13 program prioritas Bupati Bandiung, Dadang Supriatana dirasakan manfaatnya oleh warga.

Salah satu warga yang memanfaatkan pinjaman dana bergulir dar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja ini adalah Jujun Junaedi (47 tahun) warga RW 08/Rt 05 Desa Margahayu Tengah Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Jujun tahu ada pinjaman dana bergulir tersebut dari pemerintah desa setempat. Ia pun mengajukan untuk tambahan modal jualan batagor yang sudah dijalaninya 20 tahun.

“Saya pinjam untuk menambah modak jualan sebesar Rp 2 juta. Kebetulan saat ada Pak Bupati Bandung dalam acara Rembug Bedas ke Desa Margahayu Tengah setahun silam, Pak Bupati secara sermoni menyerahkan bantuan pinjaman tersebut, ” kata Jujun di tempat mangkal jualan batagornya, di halaman kantor Desa Margahayu Tengah, Selasa (7/5/2024).

Tempat mangkal Jujun berjualan batagor di depan kantor Desa Margahayu Tengah Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Foto: Sopandi

Pinjaman Jujun sudah lunas, distor tiap bulan tanpa hambatan. Kurang dari Rp 200 ribu perbulan selama 1 tahun.

Jujun mengaku, sekitar bulan Pebruari 2024 pinjamannya sudah lunas, dan saat itu pula ia mengajukan kembal pinjaman. ” Saat melunasi, saya mengajukan lagi pinjaman. Karena katanya kalau lancar membayarnya bisa bertambah besar pinjamanya. Maka saya mengajukan Rp 5 juta, ” ujarnya.

Jika dikabulkan pinjaman tersebut, Jujun akan membuat kios. Selama 20 taun jualan batagor, Jujun lama berkeliling dengan roda. Tapi sekarang sudah ada tempat mangkal di halaman kantor desa setempat.

Jujun yang kelahiran Garut, sejak menikah dengan Eneng Sulastri yang juga gadis Garut tahun 1999, pindah ke Bandung,. Dari usaha serabutan, dan perbah bekerja di bangunan dan akhirnya jualan batagor ia bisa membeli tempat tinggal di desa tersebut.

Yang memanaj usaha jualanya sang istri.
Jujun mengaku omset jualan batagirnya dari Rp 1,2 juta, ia belanjakan untuk modal tiao hari sekitar Rp 700-800 ribu. “Saya tidak tahu persis hasil berih dari jualan batagor. Pokoknya diserahkan ke istri dan saya mengambil antara Rp 700 ribu lebih untuk belanja. Jadi mungkin sekitar Ro 250 hasil bersihnya, ” katanya.

Jujun mengaku sangat bersyukur karena dari usahanya bisa menyekolahkan kedua anaknya. Yang cikal bernama Hafidullwahid
baru saja wisuda di UIN, dan anak keduanya
Hasnaa Abidah Azahraa masih kelas 5 SD Nataendah 01 Margahayu.

Jujun berharap, pengajuan pinjaman modal yang kedua kalinya itu dikabulkan BPR Kerta Raharja. Ia mencita-citakan kios untuk meningkatkan usahanya. *** di/Ayi P.

Berita Terkait

Komentar

344d920b-801a-4dad-97e7-00209261eaf6
banner-iklan

Terpopuler

SANA SOPIANA
BANNER-2

Berita Terbaru